RSS

Analisis pengembangan SPIR

17 Apr

Tulisan ini merupakan jawaban dari kasus 2, di mana dalam kasus tersebut diceritakan tentang suatu organisasi yang ingin mengembangkan perencanaan strategis sumberdaya informasi.

Perencanaan strategis adalah : suatu proses yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk mendefinisikan strategi, arah, dan membuat keputusan pada alokasi sumberdaya untuk mengejar strategi ini. Sumberdaya informasi adalah : sumberdaya yang berhubungan dengan informasi, seperti data, informasi itu sendiri, personil, peralatan, dan teknologi informasi. Sehingga perencanaan strategis sumberdaya informasi dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk mendefinisikan strategi, arah, dan membuat keputusan pada alokasi sumberdaya informasi dalam hal ini adalah data, informasi, personil, peralatan, dan teknologi informasi untuk mencapai visi dan misi dari organisasi tersebut.

Perencanaan strategis sumberdaya informasi dapat dilakukan dengan 2 tahap :

  1. Melakukan analisis SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat)
  2. Melakukan pertemuan di mana setiap orang dapat mendiskusikan tentang rencana terbaik menurut mereka masing-masing untuk bisnis

Ada 3 cara untuk melakukan 2 tahap tersebut di atas, yaitu :

  1. Perencanaan strategis sumberdaya informasi dilakukan oleh sendiri-sendiri oleh setiap departemen dalam organisasi
  2. Perencanaan strategis sumberdaya informasi dilakukan secara bersama-sama oleh semua departemen dalam organisasi
  3. Perencanaan strategis sumberdaya informasi dilakukan oleh departemen teknologi informasi dan komunikasi.

dari ketiga cara tersebut masing-masing cara ada kelebihan dan kekurangannya, berikut ini kita bahas satu-per-satu.

  1. Perencanaan strategis sumberdaya informasi dilakukan sendiri-sendiri oleh setiap departemen dalam organisasi.
    Keuntungannya :
    Perencanaan strategis yang dikembangkan dapat memenuhi seluruh kebutuhan informasi dari departemen tersebut.
    Pengelolaan sumberdaya informasi menjadi kewenangan penuh bagi masing-masing departemen.
    Memperkecil kemungkinan konflik kepentingan.
    Waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan rencana strategis tersebut lebih singkat.
    Kerugiannya :
    Perencanaan strategis yang dilakukan sendiri-sendiri tidak dapat mengoptimalkan kinerja sistem yang seharusnya dapat saling melengkapi antara satu departemen dengan departemen lainnya.
    Membutuhkan sumberdaya yang lebih banyak untuk bisa memenuhi semua kebutuhan informasi di dalam organisasi tersebut.
    Biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi semua kebutuhan sumberdaya informasi menjadi sangat besar
    Integritas dan sinkronisasi data dan  informasi menjadi rendah.
    Sedikit terganggunya kinerja setiap departemen, karena ada tambahan pekerjaan untuk mengembangkan perencanaan strategis sumberdaya informasi.
  2. Perencanaan strategis sumberdaya informasi dilakukan secara bersama-sama oleh semua departemen dalam organisasi
    Keuntungannya :
    Perencanaan strategis yang dikembangkan secara bersama-sama akan lebih menjamin integritas dan sinkronisasi data dan informasi, sehingga kinerja sistem menjadi lebih baik.
    Biaya yang dibutuhkan dapat lebih dihemat, karena sumberdaya informasi dapat digunakan secara bersama-sama.
    Kerugiannya :
    Penanggung jawab terhadap sumberdaya informasi gak jelas.
    Rawan konflik kepentingan
    Waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan perencanaan strategis lebih lama.
    Terganggunya kinerja setiap departemen, karena ada tambahan pekerjaan untuk mengembangkan perencanaan strategis sumberdaya informasi secara bersama-sama.
  3. Perencanaan strategis sumberdaya informasi dilakukan oleh departemen teknologi informasi dan komunikasi
    Keuntungannya :
    Kegiatan perencanaan strategis ini tidak mengganggu kinerja departemen lain.
    Waktu pengembangan lebih singkat
    Biaya pelaksanaan rencana strategis menjadi lebih hemat.
    Penanggung jawab sumberdaya informasi jelas
    Integritas dan sinkronisasi data dan informasi menjadi lebih terjamin
    Kerugiannya :
    Karena lalulintas data dan informasi melalui satu pintu, jika terjadi kegagalan dalam operasional, maka sistem secara keseluruhan akan terancam

Demikian penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan dari ketiga pendekatan tersebut, soal penerapannya tergantung pada situasi dan kondisi di setiap organisasi, karena setiap organisasi adalah unik (tidak sama antara satu organisasi dengan organisasi lainnya). Oleh karena itu untuk menjawab pertanyaan kedua perlu dibuat asumsi-asumsi sehingga pemilihan pendekatan teknik perencanaan strategisnya tepat.

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: