RSS

Manajemen Risiko

08 Okt

Risiko adalah kemungkinan untuk mengalami kerugian atau kecelakaan. Risiko proyek meliputi pemahaman tentang masalah-masalah potensial yang dapat timbul pada proyek dan bagaimana mereka dapat menghalangi keberhasilan proyek.

Manajemen risiko adalah proses pengelolaan risiko yang mungkin timbul dalam suatu proyek. Manajemen risiko meliputi identifikasi, penilaian, dan prioritas risiko (dalam ISO 31000 didefinisikan sebagai pengaruh dari ketidakpastian pada tujuan, baik positif maupun negatif) diikuti oleh aplikasi yang terkoordinasi dan ekonomis dari sumber daya untuk meminimalkan, memantau, memantau, dan mengendalikan probabilitas dan pengaruh dari kejadian-kejadian yang tidak menguntungkan dan untuk memaksimalkan realisasi kesempatan.

Risiko bisa timbul dari ketidakpastian dalam masalah keuangan, kegagalan proyek, kewajiban hukum, risiko kredit, kecelakaan, bencana alam, dan serangan yang disengaja dari musuh.

Proses-proses utama dalam manajemen risiko meliputi :

  • Perencanaan manajemen risiko, menentukan bagaimana pendekatan dan perencanaan aktifitas manajemen risiko untuk proyek
  • Identifikasi risiko, menentukan risiko yang mungkin mempengaruhi proyek dan mendokumentasikan karakteristik mereka.
  • Analisis risiko kualitatif, mengkarakterisasi dan menganalisis risiko dan memprioritaskan pengaruh-pengaruhnya terhadap tujuan-tujuan proyek
  • Analisis risiko kuantitatif, mengukur kemungkinan dan konsekuensi risiko
  • Perencanaan respon risiko, mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan peluang dan mengurangi ancaman-ancaman terhadap pemenuhan tujuan proyek
  • Pemantauan dan pengendalian risiko, memantau risiko yang diketahui, mengidentifikasi risiko baru, mereduksi risiko, dan mengevaluasi efektifitas reduksi risiko.

Identifikasi risiko adalah proses untuk memahami hasil-hasil yang berpotensi tidak memuaskan yang terkait dengan suatu proyek.

Beberapa alat dan teknik untuk identifikasi risiko meliputi :

Kondisi risiko potensial sehubungan dengan setiap area pengetahuan

 

Analisis risiko kuantitatif, menilai kemungkinan dan dampak risiko yang telah diidentifikasi untuk menentukan besarnya risiko dan prioritasnya. Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat di link berikut ini.

Analisis risiko kualitatif, seringkali dilaksanakan secara bersama-sama dengan analisis risiko kuantitatif atau dilakukan secara terpisah. Teknik yang dapat digunakan untuk melakukan analisis risiko kualitatif adalah : decision tree analysis dan simulation.

Pemantauan dan pengendalian risiko. Pemantauan risiko meliputi mengetahui status risiko tersebut, sedangkan pengendalian risiko meliputi melaksanakan rencana manajemen risiko sebagaimana risiko yang timbul. Hasil utama dari pemantaua dan pengendalian risiko adalah tindakan perbaikan, permintaan perubahan proyek, dan update rencana-rencana yang lain.

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: